Hadir mu kuharapkan sebagai bakal kebahagiaan ku, tapi hakikatnya aku menjadi semakin serba salah dan ingin menangis. Kenapa harus ku rasakan ini? Kenapa harus ku merasa hidup seperti ini? Besar sangatkah dosa yang telah aku lakukan sampai begini balasan yang ku dapat. Setiap orang mempunyai kekhilafan hidupnya sendiri, aku juga begitu. Tapi aku terlalu teruk sehingga ingin air mata pun tidak dapat mengalir kerana terlalu banyak kekecewaan yang telah aku hadapi sampai detik ini.
Tidak mampu terkata lagi di bibir ku untuk mengucap apa yang harus ku ucapkan. Sakit sekali menusuk hingga tidak dapat meluahkan lagi bagaimana rasa sakit itu. Aku di lahirkan untuk untuk jujur, tapi aku juga di lahirkan untuk di tipu dan di perlekehkan. Semoga mereka bahagia dengan perbuatan khianat seperti itu. Suka hati lah apa yang hendak kamu lakukan terhadap diri ku. Sampai saatnya nanti kamu akan menanggung lebih berat dari apa yang ku rasa. Semoga Tuhan memberi kamu penyesalan itu hingga hidupmu tidak akan berhenti dengan punya rasa bersalah selamanya terhadap orang yang telah kamu khianati.